Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

Tugas IV Bahasa Indonesia 1


Tugas
Berikanlah contoh dalam kalimat beberapa perhubungan makna seperti sinonim, hoponimi, homonimi, polisemi, dan antonimi !

Jawaban

Sinonim adalah nama lain untuk benda atau hal yang sama.
Contohnya adalah kata “cerdik dan pandai”.
Contoh kalimat : “ Juara umum di sekolah itu sangat cerdik dan pandai.”
Hiponimi ialah semacam relasi antarkata yang berwujud atas bawah, atau dalam suatu makna terkandung sejumlah komponen yang lain, bisa dikatakan juga sebagai hubungan makna.
Contohnya adalah kata “rasa”. Kata rasa meliputi manis, pahit, asam, dan asin.
Contoh kalimatnya : “Buah salak milik Paman mempunyai dua rasa yang berbeda yaitu manis dan asem”.
Homonimi adalah kata-kata yang sama bunyi dan bentuknya tetapi mengandung makna dan pengertian yang berbeda. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya homonim adalah ( a ) kata-kata yang berhomonim itu berasal dari bahasa atau dialek yang berlainan, ( b ) kata-kata yang berhomonim itu terjadi sebagaimana hasil proses morfologis
Contohnya adalah kata “mental” dalam arti mental (kepribadian ) dengan kata mental (terpelanting).
Contoh kalimatnya : •Anak itu memiliki mental yang kuat.
        •Dodi mental ke aspal jalanan setelah terjatuh dari motornya.

polisemi adalah relasi makna suatu kata yang memiliki makna lebih dari satu atau kata yang memiliki makna berbeda-beda tetapi masih dalam satu arti, dapat dikatakan pula Polisemi adalah satu kata yang memiliki banyak arti.
Contohnya adalah kata “kepala”.
Contoh kalimatnya : •”bagian tubuh dari leher ke atas”
                                     •” pemimpin atau ketua”

Antonimi  adalah nama lain untuk benda lain pula atau kebalikannya dapat dikatakan juga sebagai  perlawanan kata.
Contohnya adalah kata “jauh dan dekat”.
Contoh kalimatnya : “Walaupun ia jauh di pulau Batam tetapi terasa dekat dihati.”

Tugas III Bahasa Indonesia I


Surat undangan rapat pada acara seminar
Jakarta, 06 April 2013
No             : 01/UGDPK/05/2013

Perihal      : Undangan Rapat

Lamp        : -


Dengan hormat,
Dengan ini kami sampaikan undangan rapat pada acara seminar dengan tema                  “Uni kolaburasi antara Perguruan Tinggi dan Industri dalam meningkatkan daya saing lulusan”.
Kami mengundang seluruh dosen Universitas Gunadarma guna mengikuti rapat pada acara seminar nasional dengan tema sebagaimana telah disebutkan diatas pada pokok surat undangan yang akan  dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal       :  Kamis, 28 april 2011.
Tempat                   :  Auditorium Universitas Gunadarma gedung 4 lt.6, Depok.
Waktu                      : 09.00 WIB – selesai.

Demi kelancaran dan suksesnya acara ini kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu selaku Dosen Universitas Gunadarma.

Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian serta kehadirannya pada acara tersebut, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami



Dadan Himawan
 Ketua Panitia

Tembusan disampaikan kepada Yth. :
1. Rektor Universitas Gunadarma

Tugas II Bahasa Indonesia I


Pengertian Bahasa, Ragam bahasa dan Laras Bahasa,
Pengertian Bahasa
Bahasa terdiri dari kaidah aturan serta pola yang harus ditaati (tidak boleh dilanggar) agar tidak menyebabkan gangguan pada saat berkomunikasi. Kaidah, aturan dan pola-pola itu sendiri mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder.

Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk mengidentifikasi diri.
3. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.

Ragam dan Laras Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. Berikut ini jenis dan ragam bahasa selengkapnya.

Jenis Ragam Bahasa
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
- Ragam bahasa undang-undang
- Ragam bahasa jurnalistik
- Ragam bahasa ilmiah
- Ragam bahasa sastra

Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1. Ragam lisan yang antara lain meliputi:
- Ragam bahasa cakapan
- Ragam bahasa pidato
- Ragam bahasa kuliah
- Ragam bahasa panggung

2. Ragam tulis yang antara lain meliputi:
- Ragam bahasa teknis
- Ragam bahasa undang-undang
- Ragam bahasa catatan
- Ragam bahasa surat

Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
- Ragam bahasa resmi
- Ragam bahasa akrab
- Ragam bahasa agak resmi
- Ragam bahasa santai
- dan sebagainya

Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di kantor, di sekolah, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Berbeda dengan saat kita berada di rumah, di taman, di pasar, kita tidak harus menggunakan bahasa baku.

Menurut Felicia (2001 : 8), ragam bahasa dibagi berdasarkan Media pengantarnya atau
sarananya, yang terdiri atas :

a. Ragam lisan.
b. Ragam tulis.
Ragam tulis adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun nonstandar. Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis nonstandar dalam majalah remaja, iklan, atau poster. Sedangkan Ragam lisan adalah bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Kita dapat menemukan ragam lisan yang standar, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah; dan ragam lisan yang nonstandar, misalnya dalam percakapan antarteman, di pasar, atau dalam kesempatan nonformal lainnya.

Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya. Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaiannya. Dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah, laras ilmiah populer, larasfeature, laras komik, laras sastra, yang masih dapat dibagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya.

Jumat, 09 November 2012

Tugas 1 Bahasa Indonesia 1

1. Jelaskan dengan contoh “ Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar “!
2. Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi !

Jawab

1). PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR 

A. Pengertian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Menurut Anton M. Moeliono (dalam Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia, 1980), berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebaliknya, mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.
Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah Bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan situasi pembicaraan (yakni, sesuai dengan lawan bicara, tempat pembicaraan, dan ragam pembicaraan) dan sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam Bahasa Indonesia (seperti: sesuai dengan kaidah ejaan, pungtuasi, istilah, dan tata bahasa).

B. Pemakaian Kata dan Kalimat
Kata yang dipakai dalam Bahasa Indonesia adalah kata yang tepat dan serasi serta baku. Kata yang tepat dan serasi merupakan kata yang sesuai dengan gagasan atau maksud penutur atau sesuai dengan arti sesungguhnya dan sesuai dengan situasi pembicaraan (sepert: sesuai dengan lawan bicara, topik pembicaraan, ragam pembicaraan, dsb.). Kata yang baku merupakan kata yang sesuai dengan ejaan (yakni: EYD).
Kalimat yang dipakai dalam Bahasa Indonesia adalah kalimat yang efektif.
Kalimat efektif harus:
a. mudah dipahami oleh orang lain,
b.memenuhi unsur penting kalimat (minimal ada subjek dan predikat,
terutama untuk ragam tulis),
c. menggunakan kata yang tepat dan serasi,
d. gramatikal (seperti: menggunakan pungtuasi dan kata yang baku, menggunakan struktur yang benar, frasa selalu D-M, menggunakan kata yang morfologis, menggunakan kata yang sesuai dengan fungsinya/kedudukannya),
e. rasional (yakni, menggunakan gagasan yang dapat dicerna oleh
akal sehat),
f. efisien (menggunakan unsur sesuai kebutuhan, tidak boleh
berlebihan),
g. tidak ambigu (tidak menimbulkan dua arti yang membingungkan).

C. Pemakaian Paragraf dalam Bahasa Indonesia

Paragraf yang dipakai dalam Bahasa Indonesia adalah paragraf yang baik.
Paragraf ini harus:
a. mempunyai satu pikiran utama,
b. mempunyai koherensi yang baik (hubungan antar unsurnya sangat
erat) dan semua unsurnya tersusun secara sistematis, serta
c. menggunakan kalimat yang efektif
Contoh penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar adalah :
• “Tolong saya untuk absensi masuk, saya sedang kena kemacetan lalulintas.”
• Di sini tempat pendaftaran buta huruf.
• Dilengkapinya perpustakaan dengan koleksi buku remaja oleh kepala sekolah menjadikan bertambahnya para pengunjung.

2). Contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi:

Pertama sebagai sarana penghubung antara individu saat melakukan komunikasi apapun dan dengan siapa pun dia berkomunikasi, pasti bahsa digunakan sebagai alat penghubungnya.
Kedua sebagai ciri atau identitas dari Negara. karena setiap Negara memiliki bahasa yang berbeda sebagai alat komunikasi setiap individunya dan memberikan ciri yang berbeda  disetiap negaranya.
Ketiga sebagai penambah kewibawaan seseorang, biasanya seseorang yang menggunakan bahasa baku dalan setiap harinya dia beraktivitsa adalah orang yang memiliki wibawa tinggi, sebab bahasa baku itu sangat formal sekali.
Keempat sebagai cara menilai perilaku dari seseorang, biasanya kebanyakan individu dapat dinilai perilakunya dari caranya dia melakukan pembicaraan kepada individu lain.